Komunitas Gema Perdamaian: Generasi Milenial Harus Kreatif

Jubir Kemenag: Santri Jadi Agen Kampanye Moderasi Beragama
October 25, 2020
Jamhari: Suarakan Pesan Damai, Hargai Jasa Pahlawan
November 15, 2020

Jakarta, PPIM – Ketua Komunitas Gema Perdamaian, I Kadek Adnyana mengajak generasi muda atau generasi milenial untuk aktif mengisi konten-konten media sosial dengan terus menyuarakan perdamaian. Pernyataan ini disampaikan I Kadek Adnyana dalam Webinar Series #ModerasiBeragama ke-14, dengan tema “Pemuda Pegiat Perdamaian Bicara Moderasi Beragama” yang diselenggarakan oleh PPIM UIN Jakarta melalui program CONVEY Indonesia, Jumat (13/11).

“Generasi muda ini rata-rata pegang handphone (HP) dan mempunyai akun media sosial, tentunya HP ini harus digunakan untuk menyebarkan pikiran-pikiran mereka, terutama untuk menyuarakan perdamaian,” ucap pemuda kelahiran Gianyar, Bali ini

Kadek yang merupakan inisiator Komunitas Gema Perdamaian ini menceritakan aktivitas generasi muda di Bali, bahwa pemuda-pemuda di Bali lebih banyak menghabiskan waktunya begabung di kelompok-kelompok seni seperti, menari, melukis, gamelan, dan lain sebagainya.

“Peluang generasi muda ini banyak, bisa dilibatkan ke kegiatan-kegiatan yang positif, sehingga pikiran-pikiran ekstrim itu tidak terlintas dipikiran mereka,” ucap pemuda lulusan Magister Management di Universitas Udayana ini.

Selain itu, menurut Kadek, Komunitas Gema Perdamaian sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang bertajuk “perdamaian” seperti, membuat film pendek, lomba membuat essay, pidato perdamaian, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang memberikan semangat generasi muda untuk membuat gebrakan dalam perdamaian.

“Dengan kreativitas, pemuda bisa berpikir untuk mengupayakan perdamaian, dari pada berbuat jahat. Tujuannya yaitu mewujudkan perdamaian di Bali dan juga di Indonesia,” kata Kadek

Di akhir sesi diskusi, Kadek berharap kepada generasi muda supaya memilih organisasi-organisasi yang bernilai positif, organisasi yang tidak ekstrim ke kanan dan tidak ekstrim ke kiri. Dalam hal ini, menurut I Kadek, orang tua juga punya peran dalam mengarahkan anaknya untuk memilik organisasi yang bisa mengembangkan dirinya, sekaligus sebagai tempat introspeksi diri.

Webinar Moderasi Beragama ini dilaksanakan setiap Jumat melalui kanal Youtube “Convey Indonesia”. Selain I Kadek Adnyana, diskusi yang dimoderatori oleh Team Leader Convey Indonesia, Jamhari Makruf, ini dihadiri juga oleh dua narasumber pegiat perdamaian lainnya seperti, Shintya Rahmi Utami (General Manager GPF Indonesia), dan Redy Saputro (Koordinator Peace Leader Indonesia).

Penulis: Tati Rohayati
Editor: M. Nida Fadlan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + 18 =