Kenapa Generasi Milenial Rentan Terkena Paham Radikalisme?

Training on Religious Literacy for Mosque Takmir, Imam, and Khatib
February 26, 2019
Menag Luncurkan Kampanye #MeyakiniMenghargai CONVEY Day 2019
March 12, 2019

LIFESTYLE.OKEZONE.COM – Kita pasti cukup familier dengan ungkapan bahwa masa depan suatu bangsa ada di tangan para generasi mudanya. Inilah mengapa peran serta dari generasi milenial sangat esensial untuk membangun suatu negara.

Namun dalam perjalanannya, tentu banyak halangan yang harus dihadapi oleh para generasi milenial. Salah satunya paham ekstrimisme, radikalisme yang mana akhirnya menjadikan generasi muda Indonesia menjadi pribadi yang intoleran terhadap sesama bahkan menjadi dekat dengan paham terorisme.

Sayangnya, generasi milenial memang dipandang rentan untuk terkena paham radikalisme. Di mana salah satu faktor pendukungnya, seperti yang disebutkan oleh Shintya Rahmi selaku General Manager dari Global Peace Foundation Indonesia ditunjang dengan perkembangan media sosial yang begitu pesat di Indonesia.

“Generasi milenial itu inginnya yang instan. Siapa sih anak muda sekarang yang enggak pegang gadget? Mereka cari tahu dari gadget, contohnya berdasarkan hasil penelitian sumber pengetahuan agama anak-anak milenial sekarang itu kebanyakan dari gadget, penelusuran media sosial seperti Youtube dan Instagram, bukan belajar dari guru langsung atau buku-buku,” jelas Shintya, saat dijumpai Okezone, Rabu (20/2/2019) dalam acara “Festival Meyakini Menghargai” di Thamrin 9, Jakarta Pusat.

Sinthya melanjutkan, perkembangan media sosial di era digital yang begitu besar di Indonesia ini jadi lahan subur bagi orang-orang penganut paham radikalisme yang ekstrem untuk menerapkan paham tersebut pada generasi milenial.

“Ini era digital, jadi ya semua gampang diakses. Anak SD saja sekarang sudah enggak bisa lepas dari Youtube, anak-anak sekolah pegang smartphone semua enggak bisa hidup tanpa smartphone, semua dibuat serba gampang. Inilah yang pada akhirnya membuat orang-orang yang punya paham radikal jadi paham betul memanfaatkan hal ini, tahu betul celahnya,” pungkas Shintya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × four =