{"id":729,"date":"2018-10-18T16:17:15","date_gmt":"2018-10-18T09:17:15","guid":{"rendered":"https:\/\/conveyindonesia.com\/?p=729"},"modified":"2018-10-19T15:06:31","modified_gmt":"2018-10-19T08:06:31","slug":"enam-dari-sepuluh-guru-muslim-intoleran-kemajemukan-harus-masuk-penilaian-akreditasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/enam-dari-sepuluh-guru-muslim-intoleran-kemajemukan-harus-masuk-penilaian-akreditasi\/","title":{"rendered":"Enam dari sepuluh guru Muslim &#8216;intoleran&#8217;, kemajemukan harus masuk penilaian akreditasi"},"content":{"rendered":"<p>BBC.COM &#8211;\u00a0Sekolah-sekolah negeri di Indonesia sekitar 10 atau 20 puluh tahun lalu identik dengan murid yang heterogen. Namun sekarang kondisinya lebih homogen.<\/p>\n<p>Itulah kondisi yang didapati Henny Supolo Sitepu, pemerhati pendidikan dan ketua Yayasan Cahaya Guru, yayasan yang kerap memberikan pelatihan bagi guru-guru di pelosok Indonesia.<\/p>\n<p>Dia juga menemukan bahwa masalah-masalah yang terkait dengan kebhinekaan di institusi pendidikan Indonesia sudah terjadi sejak 2007.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi pendekatannya perlu lebih strategis. &#8216;Untuk masa depan kamu gak punya pilihan lain karena anak-anakmu akan bekerjasama dengan berbagai latar belakang, kalau tidak terbiasa untuk bekerja sama dari masa kecilnya maka anak-anakmu akan ketinggalan&#8217;,&#8221; usul Henny menanggapi kondisi ini.<\/p>\n<p>Dia juga mengususlkan untuk memasukkan nilai-nilai HAM, agama, demokrasi dan kemajemukan bangsa &#8211;yang tertuang dalam Pasal 4 UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003&#8211; ke dalam akreditasi sekolah dan penilaian guru.<\/p>\n<h2 class=\"story-body__crosshead\">&#8220;Enam dari sepuluh guru Muslim intoleran&#8221;<\/h2>\n<p>Intoleransi guru juga ditemukan dalam survei yang dilakukan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah kepada 2.237 guru Muslim di 34 provinsi.<\/p>\n<p>Survei itu menemukan bahwa enam dari sepuluh guru Muslim memiliki opini intoleran terhadap pemeluk agama lain.<\/p>\n<p>&#8220;Ini menggunakan alat ukur yang implisit, yang mana guru tidak menyadari bahwa sedang dilihat intoleransinya. Sedangkan menggunakan kuesioner yang eksplisit. ada pergeseran persentasi tapi tak terlalu besar, menjadi 56,90%,&#8221; papar Yunita Faela, Koordinator survei PPIM.<\/p>\n<blockquote>\n<figure class=\"media-landscape has-caption full-width\"><span class=\"image-and-copyright-container\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"responsive-image__img js-image-replace\" src=\"https:\/\/ichef.bbci.co.uk\/news\/624\/cpsprodpb\/F70D\/production\/_98554236_gettyimages-508173366.jpg\" alt=\"siswi SMA\" width=\"976\" height=\"549\" data-highest-encountered-width=\"624\" \/><span class=\"off-screen\">Hak atas foto<\/span><span class=\"story-image-copyright\">ED WRAY\/GETTY IMAGES<\/span><\/span><figcaption class=\"media-caption\"><span class=\"off-screen\">Image caption<\/span><span class=\"media-caption__text\">Survei PPIM selaras dengan hasil penelitian Alvara Research Centre pada November 2017 yang menemukan bahwa siswa Indonesia semakin intoleran, dan guru berperan besar dalam memupuk intoleransi itu.<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<\/blockquote>\n<p>Selain intoleransi, survei itu juga menilik tendensi radikalisme, dan mendapati bahwa hampir setengah guru Muslim memiliki opini radikal.<\/p>\n<p>&#8220;Contoh pernyataannya adalah menganjurkan orang lain untuk ikut berperang dalam mewujudkan negara Islam. Contoh lain, (setuju atau tidak setuju) menyerang polisi yang menangkap orang-orang yang sedang berjuang mendirikan negara Islam,&#8221; ungkap Yunita, yang juga adalah pengajar di Fakultas Psikologi di UNI Syarif Hidayatullah.<\/p>\n<p>Selain itu, PPIM juga menilik pandangan Islamis para guru dan menemukan bahwa &#8220;40.36% guru setuju bahwa seluruh ilmu pengetahuan sudah ada dalam Alquran sehingga Muslim tidak perlu tidak perlu mempelajari ilmu pengetahuan yang bersumber dari Barat.&#8221;<\/p>\n<p>Temuan ini selaras dengan hasil penelitian\u00a0<a class=\"story-body__link\" href=\"https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/indonesia-41820400\">Alvara Research Centre pada November tahun lalu<\/a>\u00a0yang menemukan bahwa siswa Indonesia semakin intoleran, dan guru berperan besar dalam memupuk intoleransi itu &#8211; selain juga peran dari ulama dan media sosial.<\/p>\n<p>Baik Yunita maupun Henny berpendapat bahwa intoleransi guru disebabkan karena homogenitas lingkungan para guru. Oleh karena itu mereka harus diberikan kesempatan untuk berjumpa dengan kelompok-kelompok yang berbeda.<\/p>\n<hr class=\"story-body__line\" \/>\n<p>Pandangan Islamis guru di Indonesia berdasarkan survei PPIM:<\/p>\n<ol class=\"story-body__ordered-list\">\n<li class=\"story-body__list-item\">40.36% guru setuju bahwa seluruh ilmu pengetahuan sudah ada dalam Al Quran sehingga Muslim tidak perlu mempelajari ilmu pengetahuan yang bersumber dari Barat.<\/li>\n<li class=\"story-body__list-item\">82.77% guru setuju bahwa Islam adalah satu-satunya solusi untuk mengatasi segala persoalan masyarakat.<\/li>\n<li class=\"story-body__list-item\">62.22% guru setuju bahwa hanya sistem pemerintahan yang berdasarkan syariat Islam yang terbaik untuk negeri ini.<\/li>\n<li class=\"story-body__list-item\">75.98% guru setuju bahwa pemerintah harus memberlakuan syariat Islam bagi para pemeluknya.<\/li>\n<li class=\"story-body__list-item\">79.72% guru setuju bahwa dalam memilih pemimpin (presiden, gubernur, bupati\/walikota), umat Islam wajib memilih calon pemimpin yang memperjuangkan penerapan syariat Islam.<\/li>\n<li class=\"story-body__list-item\">23.42% Guru setuju bahwa pemerintahan Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 adalah thaghut karena telah mengambil hak Allah sebagai pembuat hukum.<\/li>\n<li class=\"story-body__list-item\">64.23% Guru setuju bahwa non-Muslim tidak diperbolehkan menjadi Presiden di Indonesia.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC.COM &#8211;\u00a0Sekolah-sekolah negeri di Indonesia sekitar 10 atau 20 puluh tahun lalu identik dengan murid yang heterogen. Namun sekarang kondisinya lebih homogen. Itulah kondisi yang didapati<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":730,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[47],"tags":[],"class_list":["post-729","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/729","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=729"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/729\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":733,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/729\/revisions\/733"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=729"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=729"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=729"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}