{"id":689,"date":"2018-10-18T10:13:16","date_gmt":"2018-10-18T03:13:16","guid":{"rendered":"https:\/\/conveyindonesia.com\/?p=689"},"modified":"2018-10-19T15:09:46","modified_gmt":"2018-10-19T08:09:46","slug":"survei-ppim-guru-perempuan-lebih-intoleran-daripada-guru-laki-laki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/survei-ppim-guru-perempuan-lebih-intoleran-daripada-guru-laki-laki\/","title":{"rendered":"Survei PPIM: Guru Perempuan Lebih Intoleran daripada Guru Laki-Laki"},"content":{"rendered":"<p>ISLAMI.CO &#8211;\u00a0Hasil survei PPIM UIN Jakarta menunjukkan bahwa guru perempuan lebih intoleran daripada guru laki-laki. Survei ini dilakukan pada guru TK\/TPA hingga SMA\/MA, dengan jumlah sample sebanyak 2.237 orang guru.<\/p>\n<p>Saiful Umam, Ph.D, Direktur PPIM UIN Jakarta dalam Launching Survei PPIM dan Convey di La Meridien Jakarta (16\/10), menyampaikan bahwa hal ini diketahui melalui kuisioner dan\u00a0<em>Implisit Association Test\u00a0<\/em>(IAT).<\/p>\n<p>Dari hasil tersebut, guru perempuan mendapatkan nilai M=46,53, sedangkan para guru laki-laki mendapatkan M=48.05.<\/p>\n<div class=\"hiderestpost\">\n<p>Survei tersebut juga menemukan bahwa guru perempuan memiliki opini dan intensi aksi yang lebih tinggi dari pada guru laki-laki, dengan nilai M=48,08 banding M=55,1.<\/p>\n<p>\u201cSemakin sedikit M-nya, maka akan semakin tinggi intoleransinya. Hasil tersebut adalah akumulasi dari seluruh guru laki-laki dan perempuan yang menjadi objek survei,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Selain itu, dalam survei tersebut juga ditemukan bahwa 40.36% guru setuju bahwa umat Islam tidak perlu lagi mempelajari sumber-sumber pengetahuan dari barat. Menurut Saiful, pandangan guru ini dapat ditafsirkan sebagai keyakinan mereka tentang Islam yang absolut.<\/p>\n<p>\u201cIslam (oleh mereka) difahami sebagai paling sempurna dan mencakup semuanya, sehingga harus menjadi satu-satunya sumber pengatahuan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ISLAMI.CO &#8211;\u00a0Hasil survei PPIM UIN Jakarta menunjukkan bahwa guru perempuan lebih intoleran daripada guru laki-laki. Survei ini dilakukan pada guru TK\/TPA hingga SMA\/MA, dengan jumlah sample<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":690,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[47],"tags":[],"class_list":["post-689","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=689"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/689\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":691,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/689\/revisions\/691"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}