{"id":581,"date":"2018-10-13T05:43:49","date_gmt":"2018-10-12T22:43:49","guid":{"rendered":"https:\/\/conveyindonesia.com\/?p=581"},"modified":"2018-10-22T11:08:34","modified_gmt":"2018-10-22T04:08:34","slug":"launching-hasil-survei-nasional-pelita-yang-meredup-potret-keberagamaan-guru-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/launching-hasil-survei-nasional-pelita-yang-meredup-potret-keberagamaan-guru-indonesia\/","title":{"rendered":"Launching Hasil Survei Nasional &#8220;Pelita yang Meredup: Potret Keberagamaan Guru Indonesia&#8221;"},"content":{"rendered":"<p>PPIM.UINJKT.AC.ID\u00a0 &#8211; Ingatkah Anda mengenai survei\u00a0PPIM &#8211; UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tentang <a href=\"https:\/\/conveyindonesia.com\/publication\/convey-report\/\">&#8220;Api dalam Sekam : Sikap dan Keberagamaan Gen-Z&#8221;<\/a> tahun 2017 lalu?<\/p>\n<p>Hasil survei PPIM pada waktu itu menunjukkan bahwa, guru memiliki peran yang signifikan dalam menumbuhkan opini toleran dan radikalisme pada siswanya. Riset kualitatif dari Maarif Insititute yang dibukukan dengan judul <a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1ebmzL8YIpb-tLd_VEyj6vx17sLvcQRfj\/view\">\u201cMenjaga Benteng Kebinekaan di Sekolah : Studi Kebijakan OSIS di Kota Padang, Kab. Cirebon, Kab. Sukabumi, Kota Surakarta Kota Denpasar dan Kota Tomohon\u201d<\/a> juga menunjukkan temuan yang serupa, dimana guru dan kepala sekolah adalah aktor-aktor penting yang mempengaruhi tingkat toleransi peserta didik.<\/p>\n<p>Menindaklanjuti hasil survei tersebut, pada tahun 2018 ini\u00a0<a href=\"https:\/\/ppim.uinjkt.ac.id\/\">Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta<\/a>\u00a0mengadakan survei nasional yang melibatkan 2.237 guru mulai dari tingkat TK\/RA, SD\/MI, SLTP\/MTsN dan SLTA\/MA pada 34 provinsi yang terdiri dari 77 Kab\/Kota terpilih.<em>\u00a0<\/em>Survei ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2018 dengan metode <em>proportional random sampling<\/em> (<em>margin of error<\/em> 2,07 % dan tingkat kepercayaan 95%). Selain dengan penggunaaan kuesioner, peneliti PPIM juga menggunakan <em>Implicit Association Test<\/em> (IAT), dimana tes psikologis ini lebih bersifat tidak langsung dan memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi pada responden dewasa.<\/p>\n<div class=\"text_exposed_show\">\n<p>Ada hal yang mengejutkan dalam hasil survei nasional kali ini. Untuk informasi lebih lengkap, PPIM\u00a0\u2013 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan mengadakan\u00a0<strong>Launching Hasil Survei Nasional <a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1Apv0oH9udVA0hFdfi1_fb9DXqb4PXe2g\/view?usp=sharing\">\u201cPelita yang Meredup : Potret Keberagamaan Guru Indonesia\u201d<\/a><\/strong>\u00a0yang akan dilaksanakan pada Selasa, 16 Oktober 2018 pukul 12.00-16.00 WIB di Hotel Le Meridien (Jl. Jenderal Sudirman Kav. 18-20, Jakarta Pusat, Jakarta). Acara ini akan dihadiri pula oleh Henny Supolo Sitepu, M.A (Ketua Yayasan Cahaya Guru), Heru Purnomo, S.Pd (Sekjen-Federasi Serikat Guru Indonesia), Bahrul Hayat, Ph.D (Ahli Pendidikan), dan Prof. Jamhari (Dewan Penasehat PPIM UIN Jakarta), serta Saiful Umam, Ph.D dan Dr. Yunita Faela Nisa yang akan memandu acara.<\/p>\n<p>Kegiatan ini amat terbuka bagi rekan-rekan media dan jurnalis yang ingin meliput temuan survei terbaru PPIM mengenai potret keberagamaan guru di Indonesia.<\/p>\n<p>Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif untuk perbaikan pendidikan di Indonesia.<br \/>\n\u201cThe highest result of education is tolerance.\u201d -Helen Keller<br \/>\n<strong>Education Embraces Diversity<\/strong><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PPIM.UINJKT.AC.ID\u00a0 &#8211; Ingatkah Anda mengenai survei\u00a0PPIM &#8211; UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tentang &#8220;Api dalam Sekam : Sikap dan Keberagamaan Gen-Z&#8221; tahun 2017 lalu? Hasil survei PPIM<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":582,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48,47],"tags":[],"class_list":["post-581","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-id","category-uncategorized-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/581","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=581"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/581\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":780,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/581\/revisions\/780"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/582"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}