{"id":3997,"date":"2019-03-28T16:46:51","date_gmt":"2019-03-28T09:46:51","guid":{"rendered":"https:\/\/conveyindonesia.com\/national-survey-on-radicalism-among-teachers-and-lecturers-2\/"},"modified":"2021-02-25T15:00:28","modified_gmt":"2021-02-25T08:00:28","slug":"survei-nasional-sikap-keagamaan-dan-intoleransi-guru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/survei-nasional-sikap-keagamaan-dan-intoleransi-guru\/","title":{"rendered":"Survei Nasional Sikap Keagamaan dan Intoleransi Guru"},"content":{"rendered":"<div class=\"page\" title=\"Page 4\">\n<div class=\"section\">\n<div class=\"layoutArea\">\n<div class=\"column\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PPIM UIN Jakarta melaksanakan survei penelitian pada tahun 2018 bertajuk \u201cCahaya yang Redup\u201d terkait religiusitas dan sikap intoleran guru beragama Islam. Survei ini merupakan tindak lanjut dari survei sebelumnya yang berjudul \u201cApi dalam Sekam\u201d tentang religiusitas dan sikap intoleran di kalangan siswa, mahasiswa, guru, dan dosen di Indonesia (PPIM, 2017).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil survei \u201cApi dalam Sekam\u201d menunjukan adanya kecenderungan yang mengkhawatirkan terhadap pandangan serta tindakan intoleran dan radikal di kalangan siswa. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berdiskusi dan berkonsultasi tentang agama tidak hanya dengan guru agama, tapi juga guru yang mengajar mata pelajaran lain. Padahal, guru sekolah\/madrasah berperan penting dalam membangun paradigma pengetahuan siswa-siswinya. Guru merupakan cahaya pendidikan dan penyokong perkembangan peradaban bangsa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, dalam penelitian bertajuk \u201cCahaya Redup\u201d, survei dilakukan terhadap 2.237 responden yang merupakan guru beragama Islam yang mengajar di sekolah umum negeri dan sekolah Islam negeri pada level TK, SD, SMP, dan SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai sudut pandang dan perilaku guru-guru tersebut terhadap intoleransi dan paham radikalisme.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penjelasan dan temuan lebih lanjut terdapat dalam laporan \u201c<\/span><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1UJD07Gi_htAeLfD5PEb_lZ8Lt0f37bRM\/view\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelita yang Meredup: Keberagamaan Guru Sekolah\/ Madrasah di Indonesia<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Penelitian ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi kebijakan strategis yang berbasis bukti. Penjelasan kebijakan tentang guru secara umum dapat diakses di sini, sedangkan penjelasan kebijakan terkait guru madrasah secara khusus dapat diakses <a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1SjwBf876k5c3V5Lj9lF8T_2MYf725UJJ\/view\">di sini.<\/a><\/span><\/p>\n<a href=\"https:\/\/conveyindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Scx23NCS2XwC5QxUX7uCgO1rLvz4I5t4NoOEtrj3.pdf\" class=\"pdfemb-viewer\" style=\"\" data-width=\"max\" data-height=\"max\" data-toolbar=\"bottom\" data-toolbar-fixed=\"off\">Scx23NCS2XwC5QxUX7uCgO1rLvz4I5t4NoOEtrj3<\/a>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1Apv0oH9udVA0hFdfi1_fb9DXqb4PXe2g\/view\">DOWNLOAD<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><a href=\"https:\/\/conveyindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Infografis-convey_180219_22.pdf\" class=\"pdfemb-viewer\" style=\"\" data-width=\"max\" data-height=\"max\" data-toolbar=\"bottom\" data-toolbar-fixed=\"off\">Infografis-convey_180219_22<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><a href=\"https:\/\/conveyindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Infografis-convey_2.pdf\" class=\"pdfemb-viewer\" style=\"\" data-width=\"max\" data-height=\"max\" data-toolbar=\"bottom\" data-toolbar-fixed=\"off\">Infografis-convey_2<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PPIM UIN Jakarta melaksanakan survei penelitian pada tahun 2018 bertajuk \u201cCahaya yang Redup\u201d terkait religiusitas dan sikap intoleran guru beragama Islam. Survei ini merupakan tindak lanjut<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3999,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-3997","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-research-survey-and-policy-engagement-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3997"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3997\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4001,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3997\/revisions\/4001"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}