{"id":3754,"date":"2019-02-26T12:18:37","date_gmt":"2019-02-26T05:18:37","guid":{"rendered":"https:\/\/conveyindonesia.com\/assessment-of-existing-economic-skill-oriented-program-for-former-terrorist-convicts-with-policy-recommendation-on-economic-empowerment-for-former-terrorist-convicts-and-support-for-best-practices\/"},"modified":"2021-02-16T10:45:16","modified_gmt":"2021-02-16T03:45:16","slug":"evaluasi-program-ekonomi-sebagai-instrumen-deradikalisasi-kepada-mantan-narapidana-terorisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/evaluasi-program-ekonomi-sebagai-instrumen-deradikalisasi-kepada-mantan-narapidana-terorisme\/","title":{"rendered":"Evaluasi Program Ekonomi Sebagai Instrumen Deradikalisasi kepada Mantan Narapidana Terorisme"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketidakstabilan ekonomi, kemiskinan, dan pengangguran dipercayai menjadi faktor yang mendorong seseorang untuk terlibat dalam tindak terorisme, radikalisme, dan ekstremisme berbasis kekerasan. Karena stabilitas finansial dan ekonomi menjadi dasar kelangsungan hidup yang ditetapkan dalam kehidupan sehari-hari, hal ini juga dapat berperan menjadi sarana untuk melawan ekstremisme berbasis kekerasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia telah menyaksikan beberapa mantan narapidana tindak terorisme yang bergabung dengan kelompok ekstremis lainnya. Kegagalan ini berdasar pada integrasi ulang program sosial ekonomi kepada mantan narapidana yang salah langkah, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun organisasi non-pemerintah. Sedangkan, para ahli berpendapat bahwa program sosial ekonomi atau peningkatan kapasitas wirausaha untuk mantan narapidana tindak terorisme pasti dapat membantu mereka untuk berbaur kembali dengan masyarakat dan membangun kehidupan yang layak. Melalui pendekatan ekonomi, pemerintah dapat menciptakan kesejahteraan rakyat untuk kemudian mengurangi potensi konflik, ekstremisme berbasis kekerasan, radikalisme dan terorisme di masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CONVEY Indonesia dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Aliansi Indonesia Damai<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(AIDA) beserta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia Strategic Policy Institute<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(ISPI) telah melakukan sebuah riset penilaian untuk mengevaluasi dan melihat dampak dari program intervensi ekonomi sebagai instrumen deradikalisasi. Pihak-pihak yang terkait diharapkan dapat membuat kebijakan penguatan ekonomi yang lebih efisien dan terarah berdasarkan hasil dan rekomendasi dari riset ini. Penelitian ini juga memberikan dukungan untuk menerapkan praktik terbaik berbasis bukti(<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">evidence-based best practice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) program intervensi penguatan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Temuan lebih lanjut dan rekomendasi kebijakan strategis mengenai topik ini dapat diakses dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">policy brief<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u201c<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Evaluasi Program Ekonomi sebagai Instrumen Deradikalisasi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c (Evaluation of Economic Programs as Instrument of Deradicalization \/ untuk tulisan dalam Bahasa Inggris dapat dilihat di <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sini<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<a href=\"https:\/\/conveyindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/2.6-Fact-Sheet-AIDA-ISPI_2_2.pdf\" class=\"pdfemb-viewer\" style=\"\" data-width=\"max\" data-height=\"max\" data-toolbar=\"bottom\" data-toolbar-fixed=\"off\">2.6-Fact-Sheet-AIDA-ISPI_2_2<\/a>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/conveyindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/2.6-Fact-Sheet-AIDA-ISPI_2_2.pdf\"><br \/>\n<strong>DOWNLOAD\u00a0FACT SHEET<\/strong><br \/>\n<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketidakstabilan ekonomi, kemiskinan, dan pengangguran dipercayai menjadi faktor yang mendorong seseorang untuk terlibat dalam tindak terorisme, radikalisme, dan ekstremisme berbasis kekerasan. Karena stabilitas finansial dan ekonomi<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3755,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"class_list":["post-3754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-research-survey-and-policy-engagement-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3754"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3756,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3754\/revisions\/3756"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}