{"id":3494,"date":"2021-01-26T15:51:31","date_gmt":"2021-01-26T08:51:31","guid":{"rendered":"https:\/\/conveyindonesia.com\/?p=3494"},"modified":"2021-02-10T08:26:36","modified_gmt":"2021-02-10T01:26:36","slug":"puspidep-ulama-moderat-jauh-lebih-banyak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/puspidep-ulama-moderat-jauh-lebih-banyak\/","title":{"rendered":"Puspidep: Ulama Moderat Jauh Lebih Banyak"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, PPIM \u2013 Peneliti Pusat Pengkajian Islam Demokrasi dan Perdamaian (Puspidep), Najib Kailani, mengungkap temuan surveinya yang bertajuk \u201cUlama, Politik, dan Narasi Kebangsaan\u201d. Temuan itu dipaparkan Najib dalam Webinar Series #ModerasiBeragama yang ke-18, dengan tema \u201cOrmas, Ulama dan Moderasi Beragama \u201d yang diselenggarakan oleh PPIM UIN Jakarta melalui program CONVEY Indonesia, Jumat (22\/1).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDari survei ini kami menemukan bahwa ulama terdiri dari beberapa kategori. Ulama progresif (4,89%), ulama inklusif (23,33%), ulama konservatif (9,33%), ulama eksklusif (9,79%), ulama radikal (4%), ulama ekstrem (2,67%), dan yang paling tinggi adalah ulama moderat dengan prosentase 34%,\u201d ungkap Dosen UIN Sunan Kalijaga ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Najib mengemukakan survei ini bertujuan memetakan dan mendiskusikan persepsi serta pandangan ulama dari berbagai latar belakang afiliasi sosial, politik, dan keagamaan tentang format negara-bangsa. Secara umum, survey ini memperlihatkan tingginya prosentase jumlah ulama yang menerima konsep negara bangsa (71.56%) dibandingkan yang menolak (16.44%).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMeskipun kesannya yang menolak sedikit tetapi ini termasuk isu signifikan, dari hasil survei ini kita juga dapat melihat sisi penolakannya itu dari mana,\u201d ungkap Najib.<\/p>\n\n\n\n<p>Najib menyebut hal yang paling krusial pada penolakan itu terdapat pada persoalan kewargaan yang harus segera diatasi. Lebih spesifik persoalan tersebut ada pada pengayoman terhadap hak-hak kelompok minoritas agama dan hak-hak antar agama. Dalam konteks ini, survei tersebut menyoroti peran ulama moderat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUlama yang moderat ini kebanyakan menerima anti kekerasan, pro-sistem, toleran tetapi lemah dalam hal pro kewargaan. Jadi pro kewargaan itu menerima isu hubungan antar agama tetapi intra agama tidak,\u201d ungkap Najib.<\/p>\n\n\n\n<p>Webinar Moderasi Beragama ini dilaksanakan setiap Jumat melalui kanal Youtube \u201cConvey Indonesia\u201d. Selain Najib, diskusi yang dimoderatori oleh Team Leader Convey Indonesia, Jamhari Makruf, ini dihadiri juga oleh narasumber lainnya yaitu Maria Ulfah Anshor, Anggota Majelis Musyawarah KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia) dan Alimatul Qibtiyah, Ketua PP. Aisyiyah.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Humairah<br>Editor&nbsp; : Zhella Apriesta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, PPIM \u2013 Peneliti Pusat Pengkajian Islam Demokrasi dan Perdamaian (Puspidep), Najib Kailani, mengungkap temuan surveinya yang bertajuk \u201cUlama, Politik, dan Narasi Kebangsaan\u201d. Temuan itu dipaparkan<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3490,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[],"class_list":["post-3494","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3494","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3494"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3494\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3495,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3494\/revisions\/3495"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3494"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3494"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3494"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}