{"id":3328,"date":"2020-12-14T08:56:33","date_gmt":"2020-12-14T01:56:33","guid":{"rendered":"https:\/\/conveyindonesia.com\/?p=3328"},"modified":"2020-12-14T08:56:36","modified_gmt":"2020-12-14T01:56:36","slug":"politik-identitas-peneliti-ppim-tergantung-cara-bersosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/politik-identitas-peneliti-ppim-tergantung-cara-bersosial\/","title":{"rendered":"Politik Identitas, Peneliti PPIM: Tergantung Cara Bersosial"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, PPIM \u2013 Sirojuddin Arif, Peneliti Survei Nasional Partai Politik PPIM UIN Jakarta, menyebut alasan seseorang menentukan pilihan politik sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara mereka bersosial. Hal ini disampaikannya dalam Webinar Series #ModerasiBeragama yang ke-16, dengan tema \u201cPolitik Identitas dan Moderasi Beragama\u201d yang diselenggarakan oleh PPIM UIN Jakarta melalui program CONVEY Indonesia, Jumat (11\/12).<\/p>\n\n\n\n<p>Sirojuddin menyebut, jika seseorang semakin sering mengikuti kegiatan agama maka dia punya alasan lebih besar untuk memilih kandidat yang seagama. Sebaliknya, jika kegiatan yang diikutinya lebih variatif maka kemungkinan dia memilih pilihan politiknya itu didasarkan pada alasan keagamaan akan semakin rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Sirojuddin, hubungan sosial ini harus dipahami secara netral. \u201cSocial bonding\u201d dan \u201csocial bridging\u201d adalah dua jenis hubungan sosial yang dapat menunjukkan alasan seseorang menentukan pilihan politiknya. \u201cMasing-masing memiliki dampak positif dan negatif,\u201d ujar Sirojuddin.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDua hubungan sosial ini memiliki dampak yang berbeda. Kalau (social) bonding efeknya lebih kepada solidaritas terhadap sesama sedangkan, namun akan berdampak negatif bagi komunitas di luar kelompoknya. Sedangkan untuk (social) bridging dia bisa jadi ada dampak negatif namun sisi positifnya dia akan mempererat hubungan antar kelompok,\u201d ujar Sirojuddin.<\/p>\n\n\n\n<p>Sirojuddin mencontohkan politik identitas berimplikasi positif ketika menjadi gerakan pembebasan bagi kelompok minoritas yang terpinggirkan seperti gerakan \u201cblack lives matter\u201d di Amerika Serikat yang menyuarakan hak kelompok kulit hitam. Kini, politik identitas acap kali menjadi komoditas kelompok mayoritas yang menggunakan identitas keagamaan untuk kepentingan tertentu seperti yang terjadi dalam konteks Indonesia dewasa ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Webinar Moderasi Beragama ini dilaksanakan setiap Jumat melalui kanal Youtube \u201cConvey Indonesia\u201d. Selain Sirojuddin, diskusi yang dimoderatori oleh Team Leader Convey Indonesia, Jamhari Makruf, ini dihadiri juga oleh narasumber lainnya yaitu Burhanuddin Muhtadi, Ph.D (Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia).<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Humairah<br>Editor&nbsp; : M. Nida Fadlan, Zhella Apriesta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, PPIM \u2013 Sirojuddin Arif, Peneliti Survei Nasional Partai Politik PPIM UIN Jakarta, menyebut alasan seseorang menentukan pilihan politik sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara mereka bersosial.<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3326,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[],"class_list":["post-3328","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3328","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3328"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3328\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3329,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3328\/revisions\/3329"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3326"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3328"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3328"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3328"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}