{"id":3315,"date":"2020-11-29T16:47:35","date_gmt":"2020-11-29T09:47:35","guid":{"rendered":"https:\/\/conveyindonesia.com\/?p=3315"},"modified":"2020-11-29T16:47:37","modified_gmt":"2020-11-29T09:47:37","slug":"tanggapi-konservatisme-agama-ini-saran-influencer-medsos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/tanggapi-konservatisme-agama-ini-saran-influencer-medsos\/","title":{"rendered":"Tanggapi Konservatisme Agama, Ini Saran Influencer Medsos"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, PPIM&nbsp;\u2013 Influencer Media Sosial, Indra Dwi Prasetyo, menanggapi meningkatnya koervatisme agama di media sosial. Managing Director ID Next Leader ini mengajak generasi muda untuk menyaring setiap informasi yang didapat dari media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan menjadikan media sosial sebagai jurnal ilmiah (<em>menganggap sebagai kebenaran<\/em>. red).&nbsp;<em>\u201cWell, it\u2019s social media, It\u2019s not academic journal,\u201d<\/em>&nbsp;kata Indra dalam Webinar Series #ModerasiBeragama yang ke-15, dengan tema \u201cModerasi Beragama dan Polarisasi di Dunia Maya\u201d yang diselenggarakan oleh PPIM UIN Jakarta melalui program CONVEY Indonesia, Jumat (27\/11).<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Indra, dewasa ini media sosial di Indonesia menunjukkan polarisasinya yang luar biasa. Pertarungan wacana di media sosial terus berkembang. Tidak hanya berita COVID-19 yang sedang terjadi, tapi juga wacana keagamaan. Sebagai contoh, kasus penolakan mantan Gubernur Jakarta (2014-2017) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Berita ini menjadi viral, narasinya tiba-tiba menyebar di kanal-kanal media sosial, baik di dalam maupun di luar negeri. Menurutnya, inilah bukti bagaimana media sosial bekerja.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBisa di lihat misalnya, jumlah produksi konten di sosial media terus bertumbuh, masing-masing media sosial berperan dalam mendistribusikan informasi mulai dari Facebook, Twitter, Youtube dan media sosial lainnya, dan informasi ini tentu akan di terima sama oleh negara-negara lain,\u201d papar Indra.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak dimungkiri, menurut Indra, polarisasi ini masih ada karena ada \u201cEcho Chamber\u201d dan \u201cFilter Bubble\u201d di sosial media, di mana berita yang kita inginkan dan kita sukai akan terus memenuhi di media sosial kita. Indra pun memberikan saran bagi para pengguna media sosial untuk melakukan pengaturan pada gawai internet yang digunakannya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya menyarankan agama matikan&nbsp;<em>fitur suggested&nbsp;<\/em>dan<em>&nbsp;autoplay<\/em>&nbsp;di akun sosial media yang kita miliki,\u201d kata Indra.<\/p>\n\n\n\n<p>Indra juga menyadari bahwa, filterisasi informasi ini memang sulit dilakukan, ini akibat dari berkembangnya globalisasi, di mana manusia kini tidak bisa dikungkung lagi. Manusia bebas mencari informasi apapaun di sosial media. Bahkan sosial media bisa dikatakan sebagai sebuah figura foto, yang bebas dilihat dan ditelusuri.<\/p>\n\n\n\n<p>Di akhir sesi, Indra menyarankan supaya generasi muda tidak cukup sebagai \u201csilent majority\u201d. Ada ruang yang bisa diisi, misalnya bermain di area netral, membicarakan tentang pendidikan, kepemimpinan, dan lainnya, tanpa bersinggungan dengan moralitas-moralitas agama.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan menjadikan sosial media sebagai arena adu kepintaran, atau pertempuran mencari informasi yang falid tapi carilah informasi di jurnal-jurnal dan di buku,\u201d tutup Indra di akhir sesi<\/p>\n\n\n\n<p>Webinar Moderasi Beragama ini dilaksanakan setiap Jumat melalui kanal Youtube \u201cConvey Indonesia\u201d. Selain Indra, diskusi yang dimoderatori oleh Team Leader Convey Indonesia, Jamhari Makruf, ini dihadiri juga oleh dua narasumber lainnya yaitu Iim Halimatus\u2019adiyah, Ph.D (Koordinator Program MERIT), dan Prof. Azyumardi Azra, CBE (Cendekiawan Muslim Indonesia).<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Tati Rohayati<br>Editor: M. Nida\u2019 Fadlan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, PPIM&nbsp;\u2013 Influencer Media Sosial, Indra Dwi Prasetyo, menanggapi meningkatnya koervatisme agama di media sosial. Managing Director ID Next Leader ini mengajak generasi muda untuk menyaring<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3309,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[],"class_list":["post-3315","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3315"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3315\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3316,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3315\/revisions\/3316"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}