{"id":3305,"date":"2020-11-29T16:44:38","date_gmt":"2020-11-29T09:44:38","guid":{"rendered":"https:\/\/conveyindonesia.com\/?p=3305"},"modified":"2020-11-29T16:44:40","modified_gmt":"2020-11-29T09:44:40","slug":"konservatisme-agama-di-medsos-merit-ada-andil-politik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/konservatisme-agama-di-medsos-merit-ada-andil-politik\/","title":{"rendered":"Konservatisme Agama di Medsos, MERIT: Ada Andil Politik"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, PPIM \u2013 \u201cPenggunaan isu agama untuk kepentingan politik berperan dalam tren perubahan narasi keagamaan dan meningkatnya narasi konservatisme di media sosial,\u201d tutur Iim Halimatusa\u2019diyah. Koordinator penelitian MERIT (Media and Religious Trends in Indonesia) itu menyampaikannya dalam Webinar Series #ModerasiBeragama bertema \u201cModerasi Beragama dan Polarisasi di Dunia Maya\u201d yang diselenggarakan oleh PPIM UIN Jakarta melalui program CONVEY Indonesia, Jumat (27\/11).<\/p>\n\n\n\n<p>MERIT adalah penelitian tentang kecenderungan keberagamaan di media yang dilaksanakan oleh PPIM. Temuan utama penelitian ini adalah narasi keagamaan di media sosial didominasi oleh narasi konservatisme dengan persentase 67.2% disusul dengan moderat sebesar 22.2%, liberal (6.1%) dan Islamis (4.5%).<\/p>\n\n\n\n<p>Riset ini juga menemukan bahwa perubahan narasi keagamaan dipengaruhi oleh kompetisi elit politik, bukan sebaliknya. Politisasi narasi keagamaanlah yang berdampak pada polarisasi di media sosial. Penggunaan isu agama untuk kepentingan politik berkontribusi bagi peningkatan narasi konservatif dan islamis di media sosial. Temuan ini mematahkan anggapan yang selama ini berkembang bahwa konservatisme agama berpengaruh dalam peningkatan politik identitas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKelompok moderat harus didorong untuk menjadi lebih aktif sebagai pembangun jembatan antar perbedaan dan mendukung kelompok yang terkena dampak polarisasi,\u201d saran Iim.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia juga membagikan strategi untuk menangani polarisasi di media sosial dengan memperbanyak ruang perjumpaan dan forum untuk dialog, menggunakan pedoman dan fasilitas netral untuk memelihara interaksi yang saling menghormati, meningkatkan aktivitas untuk membangun tingkat kepercayaan, dan memperkuat kelompok moderat (tengah) yang tidak ikut arus polarisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPengguna media sosial harus cerdas, jangan mau ditunggangi kepentingan yang merugikan masyarakat,\u201d tutupnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Webinar Moderasi Beragama ini dilaksanakan setiap Jumat melalui kanal Youtube \u201cConvey Indonesia\u201d. Selain Iim, diskusi yang dimoderatori oleh Team Leader Convey Indonesia, Jamhari Makruf, ini dihadiri juga oleh dua narasumber lainnya yaitu, Prof. Azyumardi Azra, CBE (Cendekiawan Muslim) dan Indra Dwi Prasetyo (Influencer, Managing Director ID Next Leader).<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Aptiani Nur Jannah<br>Editor: M. Nida Fadlan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, PPIM \u2013 \u201cPenggunaan isu agama untuk kepentingan politik berperan dalam tren perubahan narasi keagamaan dan meningkatnya narasi konservatisme di media sosial,\u201d tutur Iim Halimatusa\u2019diyah. Koordinator<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3306,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[],"class_list":["post-3305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3305"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3310,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3305\/revisions\/3310"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}