{"id":3182,"date":"2020-10-14T13:38:59","date_gmt":"2020-10-14T06:38:59","guid":{"rendered":"https:\/\/conveyindonesia.com\/?p=3182"},"modified":"2021-02-10T11:40:33","modified_gmt":"2021-02-10T04:40:33","slug":"pencipta-drone-emprit-medsos-sebabkan-umat-terpolarisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/pencipta-drone-emprit-medsos-sebabkan-umat-terpolarisasi\/","title":{"rendered":"Pencipta Drone Emprit: Medsos Sebabkan Umat Terpolarisasi"},"content":{"rendered":"\n<p>PPIM.UINJKT.AC.ID &#8211; <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYang kita hadapi sekarang ada social dilemma, media sosial kita itu dikontrol dengan algoritma yang membuat kita terpolarisasi dan membuat kita jadi mengumpul,\u201d ujar Ismail Fahmi, Pencipta Aplikasi Drone Emprit. Ismail menyampaikan hal ini dalam dalam Webinar Series #ModerasiBeragama bertema \u201cMedia Sosial untuk Moderasi Beragama\u201d yang diselenggarakan oleh PPIM UIN Jakarta melalui program CONVEY Indonesia, Jumat (9\/10).<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan riset We are Social, media sosial yang paling banyak digunakan adalah Youtube dan Whatsapp. Namun untuk anak muda, penggunaan Tiktok pun mulai berkembang dan makin banyak digunakan. \u201cKalau kita lihat, Tiktok dan Youtube ini sudah menjadi satu keseharian dari anak-anak sekarang. Dari peta demografi usianya kan anak muda dan banyak sekali di Youtube dan Whatsapp dan mereka juga zaman sekarang berkomunikasi dengan Line ya kalo anak muda dan inilah dunia mereka,\u201d ungkap Ismail.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Ismail, sebetulnya tidak ada media sosial yang paling dominan digunakan. Tidak ada konten eksklusif atau media sosial yang eksklusif. Artinya, bila kita mendapat data dari salah satu platform kita bisa melihatnya yang lainnya seperti apa. Hal itu bisa dipantau melalui sistem algoritma.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAlgoritma dalam media sosial ada karena adanya kebutuhan untuk membuat orang itu selalu eksis di media sosial, agar engagement-nya sangat tinggi apapun caranya,\u201d ungkap Ismail. Melalui algoritma, penyedia konten akan menganalisis bagaimana caranya agar orang-orang banyak yang meyukainya dan berinteraksi dengan tema tersebut sehingga terus muncul dalam media sosial seseorang<\/p>\n\n\n\n<p>Media sosial memiliki fitur untuk mengelompokan orang yang memiliki pemikiran yang sama. Bila kita melihat satu pandangan maka kita akan seperti masuk ke dalam rabbit hole, yaitu lubang yang tidak ada ujungnya karena terlalu luas. Bila dilihat lebih jauh maka bisa di dapat kelompok-kelompok maya yang saling berinteraksi dan mana yang saling berbenturan. Suatu narasi bila sudah masuk ke dalam media sosial pasti akan muncul pro dan kontra yang menjadi kelompok yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita berada dilema karena polarisasi yang tinggi\u201c tegas Ismail.<\/p>\n\n\n\n<p>Webinar Moderasi Beragama ini dilaksanakan setiap Jum\u2019at melalui kanal Youtube \u201cPPIM UIN Jakarta\u201d dan \u201cConvey Indonesia\u201d. Selain Ismail, diskusi yang dimoderatori oleh Team Leader Convey Indonesia, Jamhari Makruf, ini menghadirkan narasumber lainnya yaitu, Abdul Karim Munthe, M.H, (Ketua Sindikasi Media Islam) dan Iim Halimatusa\u2019diyah, Ph.D (Koordinator Riset Media and Religious Conservatism).<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Andita Putri Ghassani<br>Editor: Zhella Apriesta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PPIM.UINJKT.AC.ID &#8211; \u201cYang kita hadapi sekarang ada social dilemma, media sosial kita itu dikontrol dengan algoritma yang membuat kita terpolarisasi dan membuat kita jadi mengumpul,\u201d ujar<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3179,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[],"class_list":["post-3182","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3182"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3183,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3182\/revisions\/3183"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}