{"id":168,"date":"2018-06-08T08:09:39","date_gmt":"2018-06-08T01:09:39","guid":{"rendered":"https:\/\/conveyindonesia.com\/?p=168"},"modified":"2018-10-19T16:25:00","modified_gmt":"2018-10-19T09:25:00","slug":"identitas-dan-kesalehan-millennial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/identitas-dan-kesalehan-millennial\/","title":{"rendered":"Identitas dan Kesalehan Millennial"},"content":{"rendered":"<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"8j81l-0-0\" data-reactid=\"256\">\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"8j81l-0-0\" data-reactid=\"257\"><span data-offset-key=\"8j81l-0-0\" data-reactid=\"258\">Era millennial yaitu era pesatnya perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi. Istilah millennial didapatkan karena ini satu-satunya\u00a0 generasi yang pernah melewati millennium kedua, hal ini dikenalkan oleh sosiolog asal Hungaria yaitu Karl Mannheim.\u00a0Populasi pemuda Muslim Indonesia mengalami pergeseran tradisi, yang dulunya bersifat tradisional bertranformasi ke sistem digital.\u00a0 Hal seperti ini tentunya mempengaruhi identitas, tradisi, keagamaan, dan pola sosial generasi Muslim saat ini. Menurut proyeksi \u00a0jumlah populasi\u00a0 generasi Muslim Indonesia akan meningkat karena mengalami lonjakan demografi. Apalagi mayoritas masyarakat Indonesia menganut agama Islam.<\/span><\/div>\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"8j81l-0-0\" data-reactid=\"257\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"32rv7-0-0\" data-reactid=\"265\">\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"32rv7-0-0\" data-reactid=\"266\"><span data-offset-key=\"32rv7-0-0\" data-reactid=\"267\">Dewasa ini kita dihadapkan dengan berbagai realitas, yakni realitas sosial dan realitas virtual. Keduanya hadir bersamaan dan mampu mempengaruhi\u00a0 corak masyarakat, tergantung realitas apa yang dominan dalam generasi masyarakat saat ini. Realitas sosial lebih kepada kenyataan sekitar yang\u00a0 dijumpai masyarakat. Sedangkan, realitas virtual dicitrakan melalui internet dan media sosial.<\/span><\/div>\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"32rv7-0-0\" data-reactid=\"266\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"a17so-0-0\" data-reactid=\"269\">\n<h4 class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"a17so-0-0\" data-reactid=\"270\"><span data-offset-key=\"a17so-0-0\" data-reactid=\"271\">Kesalehan Millenial<\/span><\/h4>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"i52b-0-0\" data-reactid=\"273\">\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"i52b-0-0\" data-reactid=\"274\"><span data-offset-key=\"i52b-0-0\" data-reactid=\"275\">Kecenderungan generasi Muslim Indonesia saat ini adalah menyimak isu-isu keagamaan di media sosial. Fans page dakwah virtual telah berkembang pesat saat ini.\u00a0 Keberadaan dakwah virtual ini menjadi literasi alternatif ke-Islaman pemuda Muslim millenial. Dakwah virtual biasanya berisi konten yang bersifat skriptual\u00a0 yang memahami agama dengan merujuk al-Qur\ufffdan dan hadis tanpa interpretasi. Konten yang dikemas dengan video menjadi strategi ustadz seleb dalam berdakwah.\u00a0 Strategi ini dimulai seiring perkembangan new media (media baru) yang dimana generasi millenial lebih menyukai hal yang berbasis virtual. Tak jarang kita jumpai mereka lebih mengidolakan ustadz media sosial atau yang akrab disapa ustad seleb daripada ulama temporer.\u00a0Ustadz seleb diminati karena selalu hadir memberikan pengetahuan ke-Islaman melalui ruang virtual mereka. Sehingga hal ini memicu sikap\u00a0 fanatisme dan paham toleransi skriptual Muslim millenial saat ini.<\/span><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"f2at1-0-0\" data-reactid=\"277\">\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"f2at1-0-0\" data-reactid=\"278\"><span data-offset-key=\"f2at1-0-0\" data-reactid=\"279\">Tentunya keadaan ini memberi signifikansi moralitas dan kesalehan bagi generasi millenial.\u00a0 Beragam alasan yang para generasi Muslim millenial lebih menyukai dakwah virtual.\u00a0 Ia merasa ceramah online lebih fleksibel dan efektif di manapun mereka berada meskipun bukan di tempat ibadah (masjid).\u00a0 Mereka cenderung menyaksikan ceramah online di medsos lalu membagikan ke followers (pengikut medsos). Mereka pun lebih mengidolakan ustad-ustadz seleb\u00a0 yang tenar di medsos.<\/span><\/div>\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"f2at1-0-0\" data-reactid=\"278\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"2h4tm-0-0\" data-reactid=\"281\">\n<h4 class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"2h4tm-0-0\" data-reactid=\"282\"><span data-offset-key=\"2h4tm-0-0\" data-reactid=\"283\">Hibridasi Identitas Muslim Millenial<\/span><\/h4>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"c4c02-0-0\" data-reactid=\"285\">\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"c4c02-0-0\" data-reactid=\"286\"><span data-offset-key=\"c4c02-0-0\" data-reactid=\"287\">Hibridasi identitas yang dimaksud ialah adanya identitas sebagai hasil dari persilangan\u00a0afiliasi dan orientasi keagamaan berdasarkan dinamika dan interaksi\u00a0 sosial-politik-keagamaan yang mempengaruhi mereka di lingkungan sosialnya. Hal demikian yang melahirkan sebuah identitas baru. Hasil penelitian CSRC, PPIM UIN Jakarta, Convey Indonesia, bekerjasama UNDP mengenai hibridasi identitas kaum muda Muslim, menyimpulkan bahwa penanda yang\u00a0 paling dominan dari kaum muda Muslim saat ini adalah mengalami suatu fenomena yang disebut dengan hybridation of identity (hibridasi identitas).\u00a0 Hibridasi identitas kaum Muslim millenial dipengaruhi pengalaman yang mereka dapatkan sejak usia remaja sampai studi di perguruan tinggi.\u00a0<\/span><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"677sn-0-0\" data-reactid=\"289\">\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"677sn-0-0\" data-reactid=\"290\"><span data-offset-key=\"677sn-0-0\" data-reactid=\"291\">Riset tersebut menemukan ada hibridasi identitas sosial keagamaan di kalangan Muslim millenial. Sebagaimana, yang terjadi di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.\u00a0 Pada mulanya pemuda ini adalah seorang aktivis yang gigih memperjuangkan penegakan syariat Islam melalui organisasi Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI),\u00a0 dan berbagai organisasi serupa lainnya di Bulukumba dan wilayah Sulawesi Selatan pada umumnya. Akan tetapi perjuangannya tersebut keluar dari konteks\u00a0 setelah figur elite lokal di pemerintahan yang mengusung jargon-jargon tersebut berguguran. Ketika figur pemimpin pengusung syariat Islam kalah dalam\u00a0 kontestasi politik lokal karena kurang mendapat respon yang cukup oleh para konstituennya di daerah. Para aktivis yang dulunya berperan aktif\u00a0 di organisasi pergerakan syariat Islam, kini harus mengubah haluan karena dukungan untuk hal itu tak memadai. Karena itu mereka lebih memilih bergerak\u00a0 di bidang pemberdayaan masyarakat yang tak bersentuhan dengan isu agama.Di sisi lain fenomena ini memberikan kecenderungan positif dalam arti\u00a0 terdapat keterbukaan pemikiran untuk menerima nilai-nilai baru tanpa meninggalkan basis sosial-religius.\u00a0<\/span><\/div>\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"677sn-0-0\" data-reactid=\"290\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"do0ea-0-0\" data-reactid=\"293\">\n<h4 class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"do0ea-0-0\" data-reactid=\"294\"><span data-offset-key=\"do0ea-0-0\" data-reactid=\"295\">Literasi Muslim Millenial<\/span><\/h4>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"8njeu-0-0\" data-reactid=\"297\">\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"8njeu-0-0\" data-reactid=\"298\"><span data-offset-key=\"8njeu-0-0\" data-reactid=\"299\">Ada yang berubah, ada yang bertahan. Karena zaman tak bisa dilawan begitulah kutipan dari penyair terkemuka Indonesia yakni, Chairil Anwar.\u00a0 Di era modernisasi saat ini terdapat transformasi pola literasi masyarakat khususnya generasi millenial. Membaca buku atau mendapatkan informasi\u00a0 tidak hanya lewat buku-buku cetak saja namun juga berubah ke media Smartphone yang mampu memberikan bahan bacaan versi elektronik.\u00a0Dalam riset yang telah dirilis oleh tim dari UIN Sunan Kalijaga, CONVEY Indonesia, PPIM UIN Syarif Hidayatullah, dan UNDP menemukan bahwa generasi Muslim millenial\u00a0 lebih tertarik dengan bacaan-bacaan Islamis populer. Generasi Muslim millenial saat ini lebih suka mengakses pengetahuan ke-Islaman dari karya-karya yang ditulis\u00a0 oleh para penulis Muslim Indonesia yang mengapropriasi ide-ide Islamis dan selanjutnya mengemas ke dalam bentuk tulisan populer, novel, dan komik. Tak sedikit bahkan mengakses sumber-sumber lain melalui aplikasi facebook, instagram, line, youtube, whatsapp, dan website bacaan lainnya.\u00a0 Hal itu memberikan pola baru produksi bacaan dari versi cetak ke versi digital.<\/span><\/div>\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"8njeu-0-0\" data-reactid=\"298\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"9r8bd-0-0\" data-reactid=\"301\">\n<h4 class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"9r8bd-0-0\" data-reactid=\"302\"><span data-offset-key=\"9r8bd-0-0\" data-reactid=\"303\">Muslim Millenial dan Masa Depan Agama<\/span><\/h4>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"d3bqp-0-0\" data-reactid=\"305\">\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"d3bqp-0-0\" data-reactid=\"306\"><span data-offset-key=\"d3bqp-0-0\" data-reactid=\"307\">Pola pergeseran corak keagamaan generasi Muslim millenial membawa pengaruh besar terhadap masa depan agama\u00a0 khususnya Islam.\u00a0 \u00a0Dalam situasi seperti ini mereka harus berhadapan dengan Islamisme yang menawarkan harapan tentang perubahan.\u00a0 Agama menjadi narasi sensitif membentuk kostruk sosial di masyarakat dan kalangan muda saat ini. Sehingga, ada ketertarikan kepada sesuatu\u00a0 yang sifatnya sakral yang berorientasi ilahiah dibandingkan dengan relasi yang bersifat profan.<\/span><\/div>\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"d3bqp-0-0\" data-reactid=\"306\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"93b53-0-0\" data-reactid=\"309\">\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"93b53-0-0\" data-reactid=\"310\"><span data-offset-key=\"93b53-0-0\" data-reactid=\"311\">Penulis :<\/span><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"b7rq6-0-0\" data-reactid=\"313\">\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"b7rq6-0-0\" data-reactid=\"314\"><span data-offset-key=\"b7rq6-0-0\" data-reactid=\"315\">Amril Maryolo. AR <\/span><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"editor-padding-8\" data-block=\"true\" data-editor=\"2r18r\" data-offset-key=\"8n1r4-0-0\" data-reactid=\"317\">\n<div class=\"public-DraftStyleDefault-block public-DraftStyleDefault-ltr\" data-offset-key=\"8n1r4-0-0\" data-reactid=\"318\"><span data-offset-key=\"8n1r4-0-0\" data-reactid=\"319\">(Alumni Pps UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)<\/span><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Era millennial yaitu era pesatnya perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi. Istilah millennial didapatkan karena ini satu-satunya\u00a0 generasi yang pernah melewati millennium kedua, hal ini dikenalkan oleh<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":169,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[47],"tags":[],"class_list":["post-168","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=168"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":172,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/168\/revisions\/172"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=168"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=168"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}