{"id":1051,"date":"2019-01-30T14:57:18","date_gmt":"2019-01-30T07:57:18","guid":{"rendered":"https:\/\/conveyindonesia.com\/?p=1051"},"modified":"2019-01-30T14:57:18","modified_gmt":"2019-01-30T07:57:18","slug":"gaya-baru-milenial-memahami-keragaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/gaya-baru-milenial-memahami-keragaman\/","title":{"rendered":"\u201cGaya Baru\u201d Milenial Memahami Keragaman"},"content":{"rendered":"<p>EXPOSE.CO.ID &#8211;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada harapan besar ketika Menteri Agama meluncurkan buku serial literasi agama untuk remaja, yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Meyakini Menghargai <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Merayakan Keragaman. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Pengenalan berbagai agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia kepada generasi muda bisa mengurangi prasangka dan kecurigaan. Setelah memahami keragaman, perlu menelaah berbagai persamaan yang menyatukan perbedaan-perbedaan ke dalam masyarakat harmonis. \u00a0\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya merasa bahwa penerbitan dua buku ini dari sisi waktu sangat tepat. Karena kita sangat kekurangan bahan bacaan yang bisa menjelaskan dan melahirkan kesadaran agamis untuk sampai kepada pemahaman bahwa keragaman ini adalah kehendak-Nya,\u201d kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam peluncuran buku yang diterbitkan oleh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Expose<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, UNDP, dan PPIM UIN Syarif Hidayatullah di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Senin 28\/1\/2019. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut Menteri Agama mengatakan, menghormati umat agama lain tidak melunturkan keimanan seseorang. Justru dengan menunjukkan sikap saling menghargai adalah wujud praktik agama yang mengedepankan kebaikan masyarakat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Lukman, \u201cmeskipun buku ini dikhususkan untuk remaja, ia menganggap buku ini juga sangat penting untuk orang dewasa, sehingga dapat menciptakan insan-insan yang berjiwa toleran dan menghargai keragaman.<\/span><\/p>\n<p><b>Sentuhan <\/b><b><i>Virtual Reality<\/i><\/b><b> pada Buku<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sambutannya, Prof. Jamhari, Dewan Pengarah PPIM menyebutkan, \u201cbuku ini terbit karena ada kecenderungan yang mengkuatirkan dimana remaja saat ini gampang terpapar paham radikalisme.\u201d Hal ini semakin membahayakan bagi kehidupan beragama Indonesia yang sejak dulu sudah toleran dan menjunjung nilai-nilai keragaman. Untuk menjawab kegelisahan itu, PPIM dan UNDP membuat Program Convey (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Countering Violent Extremisme in Youth<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Dan untuk penulisan dan penerbitan buku, menggandeng Penerbit Expose (Mizan Group). <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui kedua buku popular ini, setidaknya Convey ingin menanamkan \u201cpohon keragaman\u201d untuk Generasi Y, atau generasi milenial. Generasi tipikal ini biasanya sangat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">friendly <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan gadget. Oleh karena itu, buku ini memanfaatkan gadget untuk menarik perhatian anak muda. Buku ini dilengkapi dengan aplikasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">virtual reality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dengan nama VR <\/span><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.expose.uid360\"><b>UID 360<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Aplikasi ini berisi enam rumah ibadah agama-agama di Indonesia yang bisa diunduh di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Google Playstore<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara gratis. Ketika menggunakan aplikasi ini, Anda dapat menonton foto dan video 360 derajat untuk mendapatkan pengalaman tiga dimensi yang mendalam. Terlebih lagi ketika Anda mengenakan kacamata VR-nya, Anda serasa berada di dalam rumah ibadah tertentu yang Anda pilih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Launching<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Buku ini, Menteri Agama Lukman tak ingin melewatkan sensasi pengalaman menikmati aplikasi UID 360 ini dengan mengenakan kacamata VR-nya. \u201cBenar, saya bisa melihat seluruh isi ruangan rumah ibadah secara 360,\u201d ucapnya dengan senang.<\/span><\/p>\n<p><b>Ringan, Popular, dan <\/b><b><i>Colorful<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara keseluruhan, kemasan buku ini sengaja dibikin ringan, popular, menarik dan mudah dimengerti. Penyajiannya bersifat kasual \u00a0dengan mengadopsi konsep <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Wiki How<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sehingga terasa ringan dan langsung ke esensi bahasannya. Uniknya lagi, buku ini memakai pendekatan narator dengan \u201cmelibatkan\u201d karakter setiap pemeluk agama, sehingga pembaca serasa bertemu langsung dengan tokoh remaja dari masing-masing penganut agama. Misalnya, tercermin pada kalimat \u201cHalo namaku Zahra Aini, Aku Fransiskus, Aku Ida Ayu\u2026 Kami semua berbeda-beda, tetapi tidak pernah membeda-bedakan. Sebab, kami semua adalah Bangsa Indonesia\u2026\u201d Kedua buku ini sangat<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> colorful, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">karena dihiasi dengan foto, ilustrasi, dan infografis yang warna-warni tapi tetap nyaman di mata dan mengundang selera Anda untuk membacanya. <\/span><\/p>\n<p><b>Simfoni Keragaman Indonesia<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika membaca kedua buku \u00a0ini, kita akan menemukan keajaiban dari kemajemukan Indonesia pada halaman-halaman awal buku <\/span><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/books\/details\/Tim_Buku_Meyakini_Menghargai?id=w61-DwAAQBAJ\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Meyakini Menghargai<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Kita disajikan banyak fakta yang semuanya menyimpulkan betapa ajaibnya Indonesia. Bayangkan, Eropa merupakan daratan, tetapi mereka \u201cterpecah\u201d menjadi 50 negara. Di belahan lain, mereka hidup di satu daratan yang luas, dengan satu bahasa, satu agama, tapi terus bertikai dan berperang sampai hari ini. Timur Tengah salah satu contohnya. Menariknya, dibandingkan Eropa dan Timur Tengah, kemajemukan Indonesia lebih kompleks, tetapi negeri ini tetap bertahan dan nyaris tidak ada ancaman disintegrasi yang serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Artinya keragaman atau kemajemukan itu bukan pemecah, malahan pemersatu. Ibarat orkestra, kemajemukan itu menciptakan simfoni yang indah, yang bisa dinikmati kemerduannya bersama-sama. Itulah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">message <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">besar yang hendak disampaikan kedua buku yang dikemas secara menarik dan popular ini. <\/span><\/p>\n<p>Buku ini merupakan oase bagi semua pemeluk agama: satu buku untuk semua agama. Seorang pemeluk agama tidak hanya mengetahui agamanya saja, tapi juga dapat mengetahui agama dan aliran kepercayaan lain. Hanya dengan mengetahui agama lain akan muncul rasa empati dan saling menghargai. Harapan kami akan tercapai cita-cita #MeyakiniMenghargai dalam Keragaman Indonesia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salam BerAGAMA<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EXPOSE.CO.ID &#8211; Ada harapan besar ketika Menteri Agama meluncurkan buku serial literasi agama untuk remaja, yang berjudul Meyakini Menghargai dan Merayakan Keragaman. Pengenalan berbagai agama dan<span class=\"excerpt-hellip\"> [\u2026]<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1052,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[],"class_list":["post-1051","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1051","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1051"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1051\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1053,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1051\/revisions\/1053"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1051"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1051"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/conveyindonesia.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1051"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}